Jumat, 19 Agustus 2016

Pembuatan Nada Menggunakan VST Plugin ( Part 2 )

VST Plugin (Virtual Studio Technology) adalah software musik tambahan yang dapat beroperasi menggunakan DAW (Digital Audio Workstation) ataupun standalone (berdiri sendiri), dalam tutorial ini tentunya kita menggunakan DAW FL Studio.

Pengertian sederhana tentang VST Plugin adalah sebuah software virtual yang dapat menghasilkan suara secara digital untuk menyerupai peralatan musik aslinya (hardware) seperti efek, kompresor, equilizer dan berbagai instrumen seperti drum, gitar, organ etc.

Dengan adanya VST Plugin membuat kita jadi lebih mudah dalam mengeksplor musik yang ingin kita buat, karena kita tidak akan terbatasi oleh mahal dan repotnya membeli alat musik yang tidak kita miliki hingga kita dapat membuat lagu dengan instrumen yang digunakan dalam karya-karya musik kelas dunia sekalipun.

Banyak sekali ragam plugin tersedia di pasaran dengan harga yang jauh lebih murah dari alat aslinya dan tentunya dengan kualitas yang tidak kalah pula. Selain itu, jangan khawatir buat teman-teman yang memiliki dana terbatas untuk membeli Plugin berbayar, karena di internet banyak sekali plugin-plugin berkualitas yang dapat diunduh secara gratis (freeware).

Selain menggunakan VST Plugin, kita juga bisa menggunakan sample audio (rekaman instrumen yang digunakan untuk membuat lagu secara digital) dan beberapa generator  yang tersedia dalam FL Studio sebagai intrumen dalam lagu yang kita buat.


Apa itu “Keyboard Editor”? Saya akan menjelaskan dengan gambar di bawah ini.

Gambar 1

Sambil berjalan saya juga akan menjelaskan beberapa fungsi lainnya yang belum sempat dibahas pada tutorial Part 1.
    Gambar 3 (klik untuk memperbesar gambar)

    Setelah menggambar pada step sequencer seperti contoh gambar 3, coba kita ‘play’ terlebih dahulu. Kita akan mendengar suara piano dengan nada/note yang sama. Gunakan “Keyboard Editor” untuk merubah nada dari FL Keys. Caranya, klik tombol “Keyboard Editor“ (Warna merah gambar 1).

    Gambar 4 (klik untuk memperbesar gambar)

    Sebelum merubah nada pastikan kita “select” channel yang ingin kita edit nadanya, pilih dengan cara ‘klik’ area yang ditunjukkan dalam gambar 4 warna kuning.  Warna merah adalah keyboard yang muncul setelah kita tekan tombol “Keyboard Editor”.

    Pada bagian yang saya beri warna hijau akan terlihat keyboard menyala dengan warna orange, ini menunjukan nada yang aktif sesuai step sequencer yang kita gambarkan. Setiap kita menggambar step sequencer pasti akan diikuti warna orange yang muncul pada keyboard tepat dibawahnya. Silahkan anda coba pindahkan nada dari setiap step sequencer yang digambar dengan cara klik keyboard.(keyboard berwarna orange akan pindah tempat, artinya Anda sudah merubah nada).

    Setelah anda mengatur nada dengan keyboard silahkan “play” untuk mendengar perubahan nadanya.

  • Biru (gambar 1)

  • “Pattern Length” (Panjang Pattern), berfungsi untuk merubah panjangnya pattern sesuai yang dibutuhkan. Saat kita merubah “Pattern Length” menjadi angka ‘1’, otomatis pattern akan menjadi 1 beat/bar (4 kotak step sequencer/channel) dan menjadi angka ‘2’ akan berubah menjadi 2 beat/bar (8 kotak step sequencer/channel) dan seterusnya.  Jika dibiarkan kosong, akan menjadi default setting yaitu 4 beat/bar (16 kotak step sequencer/channel).

    Pengaturan “Pattern Length” dibutuhkan untuk membuat pekerjaan kita lebih efisien, pengalaman sewaktu saya dulu belajar FL Studio sendiri, saat kehabisan ruang dalam 1 pattern saya melanjutkannya dengan membuat pattern baru, tentu itu akan membuat pattern menjadi sangat banyak dan tidak efisien. Tapi semua itu tergantung dari kebutuhan kita masing-masing.

    Sebagai contoh, saya berikan sedikit ilustrasi penggunaan dari “Pattern Length”.

    Pertama masukan pattern piano yang tadi sudah kita buat ke dalam Playlist. Cara memasukan pattern ke dalam playlist ada di tutorial Part 1.

    Setelah pattern masuk ke dalam Playlist coba rubah “Pattern Length” menjadi ‘8’, kita akan melihat kotak-kotak step sequencer berubah menjadi 32 kotak setiap channel. Hal ini juga otomatis akan merubah visual pattern yang kita masukkan ke dalam playlist (lebih panjang).

    Gambar 5 (default “Pattern Length” atau 4 beat/bar setiap channel)

    Gambar 6 (8 beat/bar atau 32 kotak step sequencer/channel)

    Terlihat seperti gambar 6 saat kita menaikan jumlah beat menjadi ‘8’ kita dapat membuat beat drum lebih panjang dan akan bermanfaat untuk membuat pattern yang bernada. Jadi kita tidak perlu membuat pattern baru saat kehabisan ruang pada sebuah pattern. Oke, sebetulnya saya tidak terlalu sering menggunakan fitur keyboard editor untuk pembuatan nada karena dengan Piano roll pembuatan nada jauh lebih mudah.


Piano Roll

Setelah sebelumnya kita berkutat dengan “Keybord Editor”, sekarang kita akan bermain-main dengan fitur “Piano Roll”. Fitur ini digadang-gadang sebagai fitur unggulan dari FL Studio, karena fleksibilitas yang tinggi dibanding dengan piano roll pada DAW lainnya. Dengan begitu kita akan diberi kemudahan dan kecepatan untuk menyelesaikan lagu yang akan kita buat.

Lalu apa itu “Piano Roll”? Piano Roll memiliki fungsi yang kurang lebih sama dengan Keyboard editor yang telah kita pelajari, tapi dengan piano roll semuanya akan jauh lebih mudah dilakukan terutama jika kita ingin membuat nada. (dalam piano roll kita juga dapat membuat drum)

Tanpa berlama-lama kita langsung masuk ke materi, seperti biasa akan saya mulai dengan gambar.

Gambar 7

Untuk mengaktifkan “piano roll” silahkan klik kanan pada salah satu channel hingga muncul option dan pilih “piano roll”. Pada contoh gambar 7 saya mengkatifkan piano roll pada channel FL Keys. (semua channel dapat dirubah menjadi mode piano roll)

Sesaat kita pilih akan muncul pop-up window piano roll.

Gambar 8 (piano roll window)

Pada bagian kiri kita melihat keyboard yang menunjukan nada-nadanya secara vertical. Di sebelahnya ada kotak-kotak kosong tempat kita menggambarkan nada yang ingin kita gunakan. Bagian yang saya beri warna merah dan kuning untuk zoom in/out secara horizontal dan vertikal.

Silakan isikan nada apapun untuk tes penggunaan piano roll.

Gambar 9

Saya telah menggambar seperti gambar 9 di atas. Bagian berwarna merah adalah angka bar yang jumlahnya bisa tak terhingga, pada gambar 9 saya menggambar hanya pada area bar ke-1.

Pada dasarnya Piano Roll bekerja seperti halnya “step sequencer”, untuk membuktikannya silahkan lihat step sequencer dari instrumen yang tadi sudah kita aktifkan Piano rollnya. Setelah piano rol kita isi nada, step sequencer akan terlihat seperti gambar 10.

Gambar 10

Jika sudah silahkan coba ‘play pattern’, piano akan bermain berulang-ulang dalam 1 bar (4 beat). Sekarang coba kita sama-sama tambahkan nada pada Piano roll pada bar ke-2.

Gambar 11 (klik untuk memperbesar gambar)

Saya telah menggambar seperti gambar 11, jika Anda sudah menggambar seperti saya coba ‘play pattern’.

Kita sama-sama sudah mengerti tentang “Pattern Length” pada pembahasan sebelumnya, di mana kita perlu menambahkan panjang pattern untuk menambah ruang ‘pattern’ tempat kita menggambar nada, pada piano roll hal itu tidak perlu kita lakukan karena panjang pattern akan otomatis menyesuaikan saat kita menggambar pada bar 2, bar 3 dan seterusnya. Itulah sebabnya kenapa saya lebih senang menggunakan piano roll ketimbang keyboard editor.

Untuk membuktikannya silahkan Anda masukan “pattern” yang mengandung “piano roll” ke dalam playlist. Setelah masuk anda akan melihat panjang pattern dalam playlist akan berubah seiring kita menambah atau mengurangi jumlah bar piano roll.

Gambar 12. (2 Bar tergambar dalam piano roll begitu pula dalam playlist)

Gambar 13 (klik untuk memperbesar gambar)

Pada gambar 13 saya menghapus nada piano roll yang sebelumnya ada dalam Bar ke-2, hasilnya kotak pattern pada playlist (orange, gambar 13) ikut berubah menjadi 1 bar saja. Berbeda jika kita menggunakan step sequencer, kita harus merubah jumlah beat untuk menambah/mengurangi panjang pattern seperti yang sudah saya jelaskan dalam “keyboard editor”.



Notes Length

Kita dapat mengatur panjang dari gambar nada (balok berwarna hijau dalam piano roll) yang kita letakkan sesuai kebutuhan. Caranya arahkan mouse ke ekor dari gambar nada, tahan klik dan drag sesuai panjang yang kita butuhkan. (klik pada bagian warna orange seperti gambar 14 untuk mengatur panjang nada)

Gambar 14 (klik untuk memperbesar gambar)

Saat ini kita menggunakan suara piano di mana pengaturan panjang gambar nada tidak berpengaruh terhadap suara yang dihasilkan. Silahkan masukkan sample audio atau vst plugin seperti instrumen string, bass, synth dll. untuk mengetahui efek dari kita mengatur panjang/pendek dari nada yang kita gambar dalam piano roll.  Jadi panjang nada digunakan untuk mengatur panjang suara sebuah instrumen, khususnya untuk instrumen yang dengan suara sustainable.

Kembali mengingatkan, Anda dapat memilih sample audio dari folder packs yang sudah saya jelaskan pada tutorial Part 1. Untuk Vst Plugin dan bermacam generator FL lainnya dapat anda pilih dengan metode yang dijelaskan di awal artikel ini (metode memasukkan FL Keys).

Pusing teman-teman? Hehe… pelan-pelan dibaca ulang sampe ngelotok kalau masih bingung dan penting untuk membaca sambil praktek agar lebih mudah mengerti. Kalau sudah tidak pusing, ayo kita lanjut ke pembahasan terakhir dari piano roll.



Piano roll Event Editor

Jika pada tutorial Part 1 kita telah belajar fungsi dari “main volume”, “channel volume” dan “channel panning”, sekarang kita akan belajar fungsi yang tidak jauh berbeda khususnya berkaitan dengan piano roll.

Gambar 15 (klik untuk memperbesar gambar)

Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, kita akan belajar untuk mengatur volume dari piano roll, bedanya dalam piano roll ini kita dapat mengatur volume/velocity pada setiap nada secara terpisah. Volume diatur dengan klik bagian Piano roll Event Editor yang saya beri warna kuning.

Silahkan dicoba untuk mengetahui perubahan dari kita mengatur Piano roll Event Editor. Saat Anda ‘play’ kita akan mendengar perubahan volume dari satu nada ke nada lainnya. Fitur ini biasa saya gunakan untuk memberi efek accent yang berguna mengatur dinamika sebuah instrumen. Biasanya saya menggunakan untuk membuat permainan instrumen agar tidak seperti robot, khususnya instrumen drum.

Selain itu, kita juga bisa mengatur panning (suara berada di kanan/kiri) dari setiap nadanya. Caranya klik “velocity” (warna hijau gambar 15) dan pilih “note pan” gambar 16.

Gambar 16 (klik untuk memperbesar gambar)

Sesaat kita memilih “Note pan”, Piano roll Event Editor akan berubah menjadi pengaturan panning (untuk kembali mengatur volume lakukan langkah yang sama seperti sebelumnya dan pilih note velocity). Silahkan dicoba setelah Anda melakukan sedikit pengaturan panning dan ‘play’ untuk mendengar efek panning suara dari setiap nada yang kita buat.

Penjelasan tentang piano roll telah selesai, tapi ada satu lagi yang bisa Anda lakukan dengan piano roll. Keuntungan lainnya penggunaan piano roll dibandingkan dengan keybord editor adalah, dengan piano roll Anda dapat membentuk sebuah kord, caranya silahkan Anda gambarkan gabungan nada sesuai kord yang diinginkan, membentuk kord akan membuat nada satu dengan nada lainnya berada di waktu yang sama (menumpuk). Hal ini juga tidak dapat kita lakukan menggunakan Keyboard Editor.


Conclusion

Dasar membuat nada dengan FL Studio sudah kita bahas, sisanya kreatifitas kita masing-masinglah yang berbicara tentang seberapa bagus lagu yang akan kita produksi. 

Perlu diketahui, sebagian besar software DAW selalu menggunakan bentuk keyboard sebagai visualisasi penerapan nada. Bagi Anda pemain piano atau organ tentu akan lebih mudah mengoperasikan piano roll setelah mengerti tutorial ini.

Membuat Beat Drum Fruityloops ( Part 1 )

Dalam posting sebelumnya telah sedikit dijelaskan mengapa kita memulai belajar FL Studio dari membuat beat drum terlebih dahulu. Saya mulai dari drum karena pelajaran ini bisa mencakup basic konsep dari Fruityloops yang setelah mengerti akan memudahkan untuk mengikuti tutorial selanjutnya.


TOOL BAR

Sebagai awal kita telusuri dulu fungsi-fungsi utama yang wajib diketahui dari ‘tool bar’ dalam FL Studio. Di dalam ‘tool bar’ area ini berisi bermacam-macam panel yang berguna sebagai navigasi untuk mengoperasikan FL Studio. Agar lebih mudah saya jelaskan menggunakan gambar di bawah ini:

Gambar 1 (klik untuk memperbesar gambar)
Penjelasan Gambar 1
  • Merah: Toolbar Area
  • Hijau: Main Bar
  • Menu utama untuk save project, options, view, copy, paste dll.

  • Kuning: Main Volume
  • Main volume berfungsi sebagai pengatur besarnya suara secara global.

  • Orange: Time panel
  • Menunjukan waktu project lagu.

  • Biru Tua: Transport panel
  • Berfungsi untuk menjalankan lagu (play), menghentikan lagu (stop), rekam (record).

  • Biru Muda: Song tempo & Pattern selector
  • Song tempo berfungsi mengatur kecepatan sebuah lagu . Dalam FL Studio kita dapat set tempo dari 10 bps (beat per second) hingga 999 bps. Pengaturan tempo tergantung dari lagu jenis apa yang akan kita buat. Pattern akan dibahas pada penjelasan berikutnya.

  • Ungu: Metronome
  • Berfungsi menghasilkan suara sebagai ketukan lagu yang berguna untuk memandu dalam membuat lagu terutama beat drum, variasi drum dll. Kecepatan bunyi metronome ini sesuai dengan tempo yang kita set.

Untuk sementara itu dulu yang perlu diketahui sebelum menyentuh panel-panel lainnya yang akan saya bahas pada tutorial berikutnya. Karena tutorial Part 1 ini membahas tentang basic pembuatan drum, saya akan sedikit jelaskan cara kerja ‘Song tempo’ (biru muda) dan ‘Metronome’ (ungu).

Untuk mencoba metronome sekaligus tes suara, silahkan klik ‘play’ dan perhatikan angka pada ‘time panel’ bergerak, namun Anda belum mendengar suara apapun. Tenang, untuk tes suara kita bisa mengaktifkan ‘metronome’, silahkan aktifkan bagian ‘metronome’ yang tadi saya beri tanda warna ‘ungu'.

Jika sukses Anda akan mendengar suara ‘metronome’ yang berbunyi “tak...tuk...tuk...”Sekarang coba Anda ubah angka pada ‘tempo panel’ untuk mengetahui naik turunkecepatan ‘suara metronome’. Caranya, klik “play” untuk menjalankan ‘metronome’ dan klik ‘angka’ sambil ditahan lalu drag mouse ke atas untuk menaikan tempo dan ke bawah untuk menurunkannya sesuai kecepatan yang diinginkan.

‘Metronome’ ini nantinya bisa kita gunakan sesuai kebutuhan dalam proses pembuatan lagu. Penjelasan tool bar selesai, mari lanjutkan ke Channel window & step sequencer.

CHANNEL WINDOW & STEP SEQUENCER

Seperti biasa saya akan tunjukan di mana letak Channel window & Step sequencer dengan gambar disertai dengan komponen-komponen yang penting untuk diketahui.

Gambar 2 (klik untuk memperbesar gambar)
Penjelasan Gambar 2

Area berwarna merah adalah Channel window & Step sequencer dan hijau muda adalah shortcut show/hide. Di dalamnya berisi komponen-komponen yang dijelaskan berikut ini:

  • Ungu: Channel

  • Pada Gambar 2 terlihat ada 4 buah ‘channel’ yang terpasang (default channel saat pertama kali instal dan membuka FL Studio) di dalam ‘channel window’ yang masing-masing bertuliskan Kick, Clap, Hat dan Snare. Betul sekali, itu adalah nama-nama instrumen drum yang berarti, channel merupakan tempat bernaungnya suara instrumen di mana channel bekerja agar suara-suara instrumen yang masuk ke dalamnya dapat kita dengar dan mainkan.

    Di dalam ‘Channel window’ kita dapat memasukkan banyak ‘channel’ yang masing-masing berisi berbagai instrumen yang kita butuhkan. Masih bingung? Tenang kita lanjut dulu, oke.

  • Biru muda: Step Sequencer

  • Kita melihat banyak kotak-kotak yang berjumlah 16 kotak dari setiap ‘channel’-nya, lalu apa kegunaan kotak-kotak ini? Kotak-kotak ini berfungsi untuk memerintahkan kapan sebuah instrumen dalam sebuah ‘channel’ mengeluarkan suara. Contoh, jika kita klik satu kotak pada ‘channel kick’ kotak tersebut akan terisi. Silahkan isikan satu kotak ‘step sequencer kick’ dengan cara meng-klik seperti gambar di bawah ini:

    Gambar 3 (klik untuk memperbesar gambar)
    Setelah terisi coba ‘play’, dan kita akan mendengar sebuah bass drum. Untuk menghapus silahkan klik kanan pada kotak putih yang tadi kita gambarkan. Supaya lebih jelas sekarang coba isi sesuka Anda semua kotak yang tersedia dan “play” jika sudah terisi.

    Sudah jelas fungsi dari kotak-kotak yang disebut ‘step sequencer’? Jika sudah mari kita lanjut.

  • Orange: Channel volume

  • Kalau sebelumnya kita sudah berkenalan dengan main volume, sekarang kita berhadapan dengan ‘channel volume,’ lalu apa perbedaan keduanya? ‘Channel volume’ berfungsi mengatur besar/kecilnya suara yang keluar hanya dari sebuah channel. Berbeda dengan main volume yang mengendalikan besar/kecilnya suara secara keseluruhan.

    Contoh, asumsi kita telah menggambar Kick, Hat dan Snare pada ‘step sequencer’, setelah didengar ternyata suara Hat terlalu besar, mendengar suaraHat yang terlalu besar agar lebih enak didengar kita harus mengecilkannya, jawabannya gunakan ‘channel volume hat.’ Jika kita gunakan ‘main volume’, semua suara instrumen akan mengecil.

    BROWSER

    Gambar 5 (klik untuk memperbesar gambar)
    Browser adalah area yang diberi tanda warna merah dan shortcut show/hide berwarna hijau.

    Lalu apa fungsi browser ini? Seperti halnya windows explorer pada komputer, browser FL Studio berfungsi menampung semua data FL Studio seperti suara-suara instrumen, presetefek, project file dll. Pembahasan saya kali ini hanya akan menjelaskan eksplor suara-suara instrumen bawaan FL Studio menggunakan browser.

    FL Studio telah menyediakan banyak suara yang bisa kita gunakan seperti, suara drum, gitar, bass, string ensemble dan masih banyak lagi. Suara-suara ini biasa disebut sample, merupakan potongan rekaman suara instrumen aslinya. Untuk membuat instrumen yang memiliki nada ada cara tersendiri dan akan dibahas pada tutorial berikutnya.

    Kembali ke browser, mari kita coba buka folder ‘Packs’ dan lihat ada instrumen drum apa saja di dalamnya. Letak folder “Packs” saya beri warna “biru muda”.

    Setelah kita klik folder ‘Packs’ akan terbuka folder-folder anak dengan judulnya masing-masing. Silahkan Anda buka folder ‘Drum Kit 01’, di dalamnya terdapat beberapa sampleyang bisa kita dengar dengan cara meng-klik. Silahkan klik sample-sample tersebut untuk mendengarkan suaranya. (sample adalah file dengan icon warna kuning seperti di Gambar 6).

    Gambar 6
    Agar suara instrumen terdengar sempurna, dianjurkan menggunakan speaker/earphonedengan frekuensi lebar (30 hz – 15k hz).
    Setelah suara terdengar silahkan coba semua suara di dalam folder ‘Drum Kit 01’. Seperti yang sudah Anda dengarkan, sample-sample itu adalah sample real drum, walaupun menurut saya kualitas suaranya kurang bagus. Untuk suara drum yang lebih baik ada banyak pilihanplugin real drumkit yang dapat diinstal secara terpisah, tapi itu akan saya jelaskan nanti.

    Setelah coba semua suara di dalam folder ‘Drum Kit 01’, Anda bisa coba seluruh sample dalam folder ‘Packs’ lainnya dan Anda akan menemukan berbagai instrumen. Setelah puas menjajal semua sample dalam folder Packs kita lanjut.

    Lalu bagaimana kita menggunakan sample-sample ini? Caranya, pindahkan sample yang kita pilih ke dalam ‘channel window’. Untuk ilustrasi penggunaan sample, saya telah memilih suara drum yang menurut saya bagus dan disarankan Anda mengikutinya. Jika Anda punya pilihan sample suara sendiri tidak masalah, yang penting Anda dapat mengerti konsepnya.

    Letak sample drum pilihan saya ada di folder:

    Packs > Legacy > FPC

    Dalam folder FPC kita akan mengambil tiga suara yang masing-masing diambil dari folder “Hi Hats”, “Kick Drums” dan “Snare Drums”. Silahkan buka dan pilih sample-sample di bawah:

    • Buka Folder “Hi Hats” dan pilih FPC_ClHH_GSab_002 
    • Buka Folder “Kick Drums” dan pilih FPC_Kick_GiReal_003 
    • Buka Folder “Snare Drums” dan pilih FPC_Snr_2lI04

    Untuk memasukkan sample ke dalam channel window silahkan tahan klik di suara yang kita pilih lalu drag ke dalam “channel window.” Masukkan masing-masing suara yang saya sarankan untuk menggantikan suara drum elektronik dalam ‘channel window’. Kita pindahkan sample satu per satu seperti instruksi ini:

    • Folder Hi Hats > pilih sample bernama “FPC_ClHH_GSab_002 “ dengan cara tahan klik + drag ke arah channel dengan tulisan Hat pada ‘channel window’.
    • Folder Kick Drums > pilih sample “FPC_Kick_GiReal_003” dengan cara tahan klik + drag ke arah channel dengan tulisan Kick pada ‘channel window’.
    • Folder Snare Drums > pilih “FPC_Snr_2lI04” dengan cara tahan klik + drag ke arah channel dengan tulisan Snare pada ‘channel window’.

    Setelah memasukan sample ke dalam ‘chanel window’ silahkan ganti terlebih dahulu nama setiap channel seperti instruksi dalam Video 1.  Mengganti nama ‘channel’ akan memudahkan kita dalam mengidentifikasi sample yang telah kita masukkan, selain itu akan membuat rapih projek lagu ini.

    Sekarang coba ‘play’ setelah kita mengganti suaranya. Ada yang aneh? Menurut saya suara “Hat” terlalu besar, silahkan kecilkan menggunakan knob ‘channel volume’ di samping “Channel Hat” menjadi 50%.
    PLAYLIST

    Sampai saat ini kita telah berhasil membuat sebuah pattern drum dengan suara ‘real drum’ Apa itu pattern? Jika diartikan ke dalam bahasa indonesia berarti pola dan kita telah membuat sebuah pola drum dengan judul “Pattern 1.” Judul sebuah pattern dapat kita lihat di bagian atas ‘channel window’.

    Gambar 7
    Langkah selanjutnya untuk membuat lagu, kita harus memasukkan pattern tersebut ke dalam area bernama Playlist. Letak Playlist dijelaskan pada gambar berikut:

    Gambar 8 (klik untuk memperbesar gambar)
    Penjelasan Gambar 8

    • Hijau: Shortcut show/hide Playlist

    • Merah: Playlist

    • Playlist berguna untuk menyatukan setiap bagian yang telah kita buat dalam bentuk pattern. Kita sudah membuat sebuah pattern yang berisi pola drum dengan judul ”Pattern 1.” Kita dapat membuat berbagai macam pattern dengan instrumen yang berbeda-beda. Artinya, tidak ada batasan tentang seberapa banyak pattern yang kita buat. Contoh, kita dapat membuat pattern 2, pattern 3, pattern 4 dan seterusnya.

    • Biru Muda: Tools

    • Tools berguna untuk menggambar pattern, menghapus pattern, memotong  dan berbagai kegunaan lainnya.

    Sekarang mari kita masukkan “Pattern 1” ke dalam Playlist. Caranya, aktifkan dulu “Pattern 1” di dalam Playlist dengan cara klik “Pattern clip sources,” bagian yang saya beri tanda berwarna kuning di Gambar 8. Setelah di-klik akan muncul drop down menu dengan namapattern yang sudah kita buat. Karena kita baru membuat sebuah pattern, yang muncul di drop down hanyalah “Pattern 1.”

    Setelah kita aktifkan “Pattern 1” mari kita gambarkan pada Playlist di baris “Track 1.” Caranya, arahkan mouse ke area biru tua di Gambar 8, kursor mouse akan berubah menjadi kuas dan klik. Silahkan ikuti hingga menjadi seperti contoh Gambar 9.

    Gambar 9 (klik untuk memperbesar gambar)
    Untuk memudahkan tahan klik di ujung playlist dan drag ke arah kanan untuk menggambarnya (klik kanan untuk menghapus). Sekarang coba tekan “Play” untuk memainkannya. (menurut Gambar 9, saya menggambar empat buah kotak yang berarti pattern akan mengulang sebanyak empat kali jika kita ‘play’)

    Jika sudah benar, Anda akan melihat panah berjalan di angka pada bagian atas Playlist. Belum ada panah berjalan di atas Playlist? Berarti Anda harus merubah ‘Playback Mode’terlebih dahulu. Di awal kita membuka FL Studio ‘playback mode’ akan otomatis ke-set menjadi ‘Pattern mode’ atau ‘Pat’ yang artinya playback ditujukan untuk memainkan pattern saja. Sedangkan untuk menjalankan Playlist kita harus merubah ‘Pat Mode’ menjadi ‘Song Mode.’

    Setting untuk merubah menjadi ‘Song Mode’ ada di samping tombol ‘play’seperti gambar di bawah:

    Gambar 10
    Pilih ‘Song’ dan coba ‘play,’ pasti sekarang Anda sudah melihat panah berjalan di atas Playlist. Kita sudah berhasil memasukan satu pattern/pola ke dalam Playlist. Anda dapat menggambarkan pattern dengan panjang yang tak terhingga di dalam Playlist, yang berarti Anda bebas membuat lagu dengan durasi sepanjang apapun.

    Now what? Kita sekarang akan membuat pattern drum kedua. Pada umumnya sebuah lagu memiliki pola drum lebih dari satu, alasannya tentu supaya lagu tidak terdengar monotone. Mari kita buat pattern drum kedua.

    Untuk membuat pattern/pola drum kedua silahkan klik tanda ‘plus’ (+) di samping tulisan ‘Pattern 1’.

    Gambar 11
    Sesaat setelah Anda klik tanda (+) akan muncul sebuah form di mana kita bisa ketik namapattern  yang diinginkan. Saya akan memberi nama “Drum 2” pada pattern kedua ini. Anda bisa memberi nama sesuka hati. Setelah oke, tekan ‘Enter’.

    Jika sudah benar, ‘step sequencer’ yang tadinya terisi oleh ‘Pattern 1’ akan kembali kosong. Ke mana larinya ‘Pattern 1’? Tenang, ‘Pattern 1’ anda hanya bersembunyi karena kita telah membuka ‘Pattern 2’. Silahkan isikan ‘step sequencer‘ seperti langkah-langkah yang dijelaskan pada penjelasan Channel Window & Step Sequencer. Di bawah ini adalah gambar pola “Drum 2” buatan saya, silahkan Anda ikuti.

    Gambar 12

    Setelah jadi, mari kita masukan “Drum 2” ke dalam “Playlist.” Sekedar mengingatkan, jangan lupa mengganti ‘Pattern clip sources’ menjadi nama pattern baru yang sekarang ingin kita gambarkan ke dalam Playlist, dalam hal ini adalah pattern bernama “Drum 2”. Jika sudah, gambar akan tampak seperti berikut ini.

    Gambar 13
    Di dalam Playlist saya menambahkan empat kotak pattern “Drum 2” di samping “Pattern 1.” Jika sudah menggambar seperti  itu coba dengarkan hasilnya dengan memainkan Playlisttersebut. Jika sudah benar Kita akan mendengar perubahan pola dari “Pattern 1” ke “Drum 2” sesuai yang kita gambarkan.

    Untuk lebih mengerti cara kerja Playlist coba gambarkan seperti contoh di bawah ini:

    Gambar 14
    Jika Anda mainkan sesuai Gambar 14 di atas, Anda akan mendengar suara Drum yang menumpuk (Suara Drum “Pattern 1” dengan “Drum 2”). Dengan Gambar 14 ini saya ingin menunjukkan bahwa kita bebas untuk meletakkan pattern-pattern yang telah dibuat hingga menjadi lagu yang benar-benar kita harapkan.

    Pada bagian sebelah kiri Playlist, Anda akan melihat tulisan “Track”, kegunaannya hanyalah sebagai identitas/penanda pattern apa yang telah kita isikan pada baris “Track” tersebut. Selain itu akan sangat membantu untuk membuat projek lagu kita menjadi lebih rapih dan mudah diidentifikasi.

    Saran saya, gunakan “Track” sebagai pemisah dari setiap pattern drum atau patterninstrumen lainnya. Masing-masing “track” dapat kita ganti namanya sesuai dengan instrumen yang ada di baris “track” tersebut, caranya klik kanan pada “track” yang ingin diganti namanya dan akan muncul option, lalu pilih “rename/color”.



Fruityloops Studio – Membuat Lagu Menjadi Lebih Mudah



Saat ini siapa yang tidak menyukai musik, musik sudah menjadi bagian hidup dari banyak orang. Di manapun kita berada musik selalu menemani, di jalan, di rumah bahkan di tempat kita melakukan aktifitas rutin seperti di kantor hingga sekolah
Perkembangan musik yang begitu pesat tak lepas dari perkembangan teknologi yang membuat musik dapat begitu mudah diciptakan. Dengan bantuan software musik para musisi dapat dengan mudah dan cepat mencurahkan kereatifitasnya. Hanya dalam hitungan jam sebuah lagu dapat tercipta secara utuh dan siap dinikmati oleh para penikmat musik.


Para pengembang software berlomba-lomba menciptakan software musik - yang selanjutnya akan disebiut Digital Audio Workstation (DAW) - untuk mendukung kebutuhan para musisi sehingga dapat dengan cepat menciptakan karya musiknya dengan kualitas yang baik.
Beberapa merek DAW terkemuka seperti Pro Tools, Cubase, Ableton, Reason dan lainnya terbukti ampuh menyokong kreatifitas para musisi. Selain itu, para komposer musik-pun juga menggantungkan profesi mereka pada DAW ini untuk kebutuhan musik lainnya seperti memproduksi musik dalam iklan dan film.

Selain merek DAW yang sudah disebutkan, salah satu merek yang cukup populer untuk membuat lagu adalah Fruityloops Studio (FL Studio). FL Studio ikut meramaikan industri musik sejak tahun 1998. DAW yang dibuat oleh perusahaan asal Belgia ini telah memberikan gebrakan baru dibandingkan dengan para pesaingnya.
Dengan tampilan yang user friendly dan fleksibilitas yang tinggi menjadi keunggulan utama FL Studio. Salah satu produser musik elektro/DJ terkenal Joel Thomas Zimmerman (Deadmau5) mengatakan, “I use Fruity Loops ’cause it’s really quick for some things”.Selain itu, produser terkemuka dunia seperti Alexander Grant (produser artis dunia seperti Rihanna, Eminem, Dr. Dre, B.o.B) juga memulai karir musiknya menggunakan DAW FL Studio.

FL Studio menampilkan user interface yang tidak membingungkan seperti browser plugin yang mudah dijangkau, tampilan mixer yang simple dan informatif ditambah fitur-fitur lain yang dapat memudahkan penggunanya.


Fitur standar software musik tersedia secara lengkap, di antaranya fitur recording/merekam instrumen (FL Studio Producer Edition), instrumen virtual yang menyerupai instrumen aslinya dan plugin-plugin untuk mixing-mastering yang cukup memenuhi standar untuk memproduksi lagu secara profesional.

FL Studio sering digunakan oleh para musisi hip-hop dan elektronik karena musisi aliran ini banyak menggunakan instrumen-instrumen digital. Namun tidak menutup kemungkinan membuat lagu dengan menggunakan live instrument seperti yang diciptakan oleh musisi band atau jenis musik yang menggunakan instrumen analog.

Fitur-fitur yang ditawarkan FL Studio membuat software ini mudah untuk dipelajari bagi para pemula di dunia musik sekalipun. Itulah sebabnya saya menggunakan Fruityloops untuk memberikan gambaran mudahnya membuat lagu.

Bosan cuma jadi penikmat musik? Ingin belajar membuat lagu sendiri? Menggunakan FL Studio dapat memberi kemudahan bagi para pemula yang ingin belajar musik dan membuat lagu. Selain itu, band baru dengan dana yang masih terbatas untuk membuat demo lagu memiliki peluang untuk memproduksi demo lagunya sendiri. Menggunakan FL Studio bisa jadi langkah awal yang baik untuk belajar membuat demo lagu sendiri.

Bagi yang ingin menekuni profesi sebagai music composer, arranger dan sound engineerdengan belajar secara otodidak tidak ada salahnya mempelajari FL Studio sebagai basicuntuk mempermudah pemahaman awal, sebelum akhirnya beranjak ke DAW lainnya yang lebih kompleks.

Apa itu EDM?





Maraknya lagu-lagu elektronik bikin kita pengin berkenalan lebih jauh sama EDM(Electronic Dance Music). Yuk, kita tengok perkembangan EDM di tiap zaman dan para DJ yang ngetren kala itu.


Apa itu EDM?
Sebelumnya, kita berkenalan dulu dengan jenis musik satu ini. EDM banyak dikenal orang sebagai musiknya orang dugem, atau musik dance, atau juga diketahui sebagai musik yang diproduksi oleh para DJ (disc jockey). EDM atau kepanjangan dari electronic dance music memang berhubungan dengan kehidupan malam, lantai dansa, dan disc jockey (DJ) atau produser musik elektronik. Tapi, ada penjelasan lebih jauh tentang musik elektronik yang selalu menjamur di kalangan remaja di tiap zaman ini.

Electronic dance music adalah produksi musik melalui berbagai instrumen elektronik seperti synthesizer,midi keyboard, turntable, mixer, bass, dan sebagainya. Di masa kini, EDM bahkan bisa diproduksi melalui berbagai aplikasi komputer. Makanya, para DJ dan produser sering tampil dengan menggunakan laptopmereka. Musik-musik yang dihasilkan merupakan gabungan dari berbagai instrument elektronik tersebut.



EDM di tiap zaman
1960s
Ini adalah masa kelahiran musik elektronik. Pada era itu, instrumen elektronik yang dipakai antara lain bassdan beberapa synthesizer. Musik-musik pop dan rock mulai menambahkan instrumen tersebut ke dalam lagu-lagu mereka. Misalnya saja band legendaris The Beach Boys di lagu Good Vibrations (1966).

Artis: EDM memang belum akrab di telinga para pecinta musik pada masa itu. Tapi ada satu produser dari Australia, Val Stephen, yang merilis satu album penuh EDM di era itu. Setelah itu, banyak produser yang mulai memanfaatkan instrumen elektronik walau lebih digunakan untuk mengatasi masalah teknis suara.

1970s
Era ini terkenal banget sebagai kejayaan musik disko. EDM yang terkenal pada masa itu pun merupakan musik elektronik disko. Penyanyi seperti Donna Summer atau band seperti Bee Gees adalah artis disko yang populer di era ini. Mereka mulai menggunakan sentuhan musik elektronik di jaman itu. Enggak cuma musik disko, muncul pula subgenre synthpop yang mulai diminati masyarakat.

Artis: Di era 70an mulai muncul juga band yang berfokus pada musik elektronik dan synthpop yaitu Kraftwerk asal Jerman yang terkenal dengan salah satu albumnya, Autobahn (1974).

1980s
Setelah kepopuleran Kraftwerk di era 70-an, synthesizer pun jadi instrumen musik elektronik yang dominan pada era 80-an. Kemunculan genre alternatif seperti synthpop pun kemudian menggeser eksistensi musik disko 70-an.

Artis: Kraftwerk tetap mempopulerkan EDM mereka di era ini. Selain itu, di era ini juga mulai muncul sebuah budaya DJ dengan DJ-DJ terkenal seperti Larry Levan dan Frankie Knuckles.

1990s
Penggunaan komputer mulai banyak digunakan musik elektronik pada era ini. Dengan perkembangan teknologi dan komputer, membuat semakin banyak orang dapat memproduksi musik elektronik mereka sendiri. Wilayah Eropa terutama Jerman menjadi saksi kemunculan DJ dan produser musik elektronik ternama.

Artis: DJ seperti Paul Van Dyk jadi salah satu nama penting dalam dunia musik elektronik khususnyasubgenre musik trance pada era itu. Beberapa musiknya yang terkenal adalah remix lagu Love Stimulationkarya Humate dan hit single Paul yang berjudul For an Angel.

2000s
Di era ini, EDM makin berkembang. Mulai muncul juga berbagai sub-genre seperti trap (hip-hop elektronik),dubstep, nu-disco, dan electro house.

Artis: Salah satu artis EDM beraliran nu-disco adalah duo asal Prancis Daft Punk yang namanya mulai terkenal di akhir 1990-an dan awal 2000-an. Beberapa DJ lain yang mungkin namanya udah enggak asing lagi merupakan artis EDM nu-disco dan electro house era ini bahkan hingga sekarang yaitu Calvin Harris,David Guetta, Deadmau5, dan Avicii. Selain itu, ada pula genre trap yang mulai dikenal dengan kemunculan duo DJ Flosstradamus di era 2000-an.


2010s
Sekarang, EDM tetap menjamur. Sub-genre dubstep menjadi semakin dikenal di era ini. Begitu juga denganelectro house kian bermunculan di jaman 2010-an. Genre electro pop pun semakin dikenal masyarakat. Para DJ 2000-an terlihat sering melakukan kolaborasi dengan penyanyi-penyanyi ternama. Misalnya, Calvin Harris berkolaborasi dengan Rihanna dalam lagu We Found Love dan  David Guetta feat. Usher dengan lagu Without You.

Artis: Di awal era ini, dubstep jadi musik yang cukup digemari berbagai kalangan. Apalagi dengan kepopuleran Skrillex dengan yang memproduksi musik dubstep di lagu First of the Year (Equinox).

Zedd adalah DJ asal Jerman yang belum lama ini manggung di Djakarta Warehouse Project 2013. Cowok bernama asli Anton Zaslavski ini punya musik yang enak banget seperti lagu hits-nya Clarity yang berkolaborasi dengan Foxes.